Gubernur Kalbar Optimis Perkembangan Digital Ekonomi Bisa Dorong Ekonomi Kalbar

By Admin


nusakini.com-Pontianak-Gubernur Kalbar menghadiri forum diskusi tentang Perkembangan Ekonomi Terkini Dalam Era Digital Ekonomi dan Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia di kantor Perwakilan Bank Indonesia, pada Senin (25/2). 

Dalam sambutannya Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengatakan, masyarakat saat ini dihadapi dengan era revolusi industri 4.0 yang mana masyarakat bersaing dengan kecepatan dan digitalisasi. Ia pun memberikan contoh, pelanggan telepon itu baru bisa mencapai sekitar 100 juta setelah 75 tahun, dan pengguna Sosial Media (Sosmed) yaitu Facebook di Indonesia bisa mencapai sekitar 100 juta pengguna selama empat tahun, sekarang ini dalam jangka waktu 10 hari ada 100 ribu pengguna game online di Indonesia. 

Artinya begitu cepatnya perkembangan digitalisasi kemajuan teknologi dalam berbagai segala aspek di tengah masyarakat, maka kita harus mengikuti perkembangan tersebut."Siapa yang tak mampu mengikuti perkembangan itu maka dia akan tertinggal. Untuk persaingan kedepan itu harus mampu cepat memberikan pelayanan, siapa mampu dan cepat memberikan pelayanan di Era Revolusi Industri 4.0 itu akan unggul," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji. 

Lanjutnya, untuk di luar Indonesia dengan adanya Revolusi Industri 4.0 ini maka semakin cepat dan murah, namun tidak di Indonesia terbalik dengan negara luar."Semakin cepat semakin mahal, ini lah harus kita berubah. Seharusnya semakin cepat semakin murah," tuturnya. 

Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat, teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagaian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. 

"Menurut laporan Mckinsey yang dirilis pada Agustus 2018, bahwa ekonomi digitalisasi telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap PDB dan membuka 3,7 juta peluang lapangan kerja di Indonesia. Untuk pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi 55 miliar dollar AS hingga 65 miliar dollar AS atau setara Rp.955 Triliun," pungkasnya.(p/ab)